Senin, 02 Mei 2011

ADAKAH SAHABAT YANG BISA DIPERCAYA?

Dalam hidup ini pasti nggak luput dari yang namanya masalah dan tekanan. Nah, saat-saat seperti itu rasanya perasaan bercampur aduk antara cemas,khawatir,resah, gelisah bahkan juga marah atau takut. Siapapun orangnya rasanya pernah deh mengalami situasi semacam ini jadi pasti tahu apa yang kumaksud. Memang reaksi orang berbeda-beda, ada yang kalau lagi tertekan lalu mengurung diri dan merenung, ada juga yang pelariannya ke pekerjaan, bisa juga menghibur diri atau...ada juga yang pengennya segera mencari sahabat atau keluarga yang bisa di curhatin.

Aku juga seperti itu pengennya kalau ada beban masalah atau pikiran berat pengen share dan didengarkan. Alangkah nyamannya kalau aku bisa ketemu seseorang yang bersedia menyediakan telinganya buat mendengarku dengan sungguh2 (bukan sambil lalu aja lho...)juga hatinya untuk berempati dengan apa yang kurasakan lalu menyediakan juga mulutnya untuk berbagi saran atau apapun itu entah penghiburan,pendapat, mungkin juga peringatan buatku. Wajar dong, kadang kalau kita sedang stress tidak dapat berfikir jernih karena hati kita sedang kacau jadi butuh orang lain untuk ikut memikirkan jalan keluar. Masalahnya dari dulu sewaktu aku kecil hingga kini aku sudah dewasa bahkan menjadi orang tua, kok aku belum pernah menemukan sosok sahabat yang seperti idamanku tadi. 

Aku jadi ingat temen kuliahku dulu namanya Novi. Kami sering jalan bareng kalau pas nggak ada kuliah, bolos sama2, ngerumpi soal cowok dll. Nah yang jadi masalah dia itu bukan temen curhat yang ideal seperti harapanku. Curhat sama dia itu bukannya hati jadi lega malah jadi jengkel, habis dia itu nggak bisa mengertiin aku. Misalnya waktu itu aku curhat sama dia soal adikku yang sudah punya pacar sementara aku belum. Dia nggak bisa menangkap esensi dari curhatku yaitu tentang kegelisahanku tentang pasangan hidup, e...malah dia asyik tanya siapa sih pacar adikmu ? lho dia suka ikut basket ya? wah pasti orangnya tinggi ya? ohh aku ingat aku pernah ketemu adikmu waktu itu lagi jalan bareng cowok berarti itu ya pacarnya? dst...dst....setelah aku selesai menjawab semua keingintahuannya kukira aku bisa melanjutkan isi hatiku. Oh ,no  ! Dengan innocentnya dia bisa cerita sendiri tentang kemarin dia sama mamanya belanja baju di matahari pas diskon dll.Arrgghhh...
Aku tahu sih, dia nggak bermaksud mengabaikan atau sengaja bikin jengkel karena memang orangnya culun sejak lahir, tapi aku sudah kapok nggak mau curhat lagi ama dia habis percuma aja, mending aku ngomong aja sama kucing piaraanku paling enggak dia nggak banyak nanya kan cape ngejawabnya.

Tapi masih mendingan Novi dibanding Parmi temen gerejaku. Aku ingat waktu aku SMP aku lagi naksir sama teman sekolahku lalu karena aku dekat sama dia,rumahnya juga deket soalnya (apa hubungannya ya?) udah gitu dia juga kayaknya lebih dewasa dan alim makanya aku berani ceritakan isi hatiku sama dia. Wah jaman itu urusan naksir cowok itu betul2 TOP SECRET lho...soalnya kalo sampe ketahuan kan bisa malu diledekin temen2. Nah, aku curhat sama dia kalo aku naksir seseorang diam2 tapi nggak yakin cowok tsb juga suka aku nggak (malah mungkin nyadar aja kagak ha..ha..) lalu Parmi dengan dewasanya kasih wejangan2 seolah2 dia sudah pengalaman dan pakarnya urusan taksir menaksir. Habis curhat ama dia, aku jadi senang sekali karena ada sahabat yang bisa kubagi rahasia besar ini dan tentu saja aku kasih embel2 "rahasia lho...jangan bilang siapa2" Nggak lama kemudian, seluruh dunia bahkan cowok yang aku taksir itupun tahu kalo aku naksir dia. Rasanya kalo Parmi yang cerita nggak mungkin tapi aku cerita juga sama dia seorang. Sejak itu hidupku agak menderita karena teman2 mengejekku dan cowok yg kusukapun jadi membenciku.
Nggak cuma teman, ternyata keluarga sendiripun nggak bisa dipercaya. Contohnya aja mamiku, dia super ember deh. Jadi kalau cerita apapun pasti tanteku yang rese itupun dapat copy_annya dari mamiku. Nggak heran sampe sekarang hubunganku sama mami nggak pernah dekat.

Belum lama ini aku lagi akrab sama teman SMAku dulu namanya Tanti. Sudah 2 bulan ini kami sering fitnes bareng dan biasanya sepulang fitnes kita makan lalu aku antar dia pulang kalau pas dia nggak ada sopir. Mulanya permbicaraan kami yang ringan2 aja tapi lama2 karena kami akrab maka kami berduapun saling cerita mengenai rumah tangga kami masing2. Kupikir dia bisa dipercaya, oo tidak...baru kusadar dia juga orang yang berbahaya setelah dia cerita ke teman2 kita di grup blackberry. Dengan entengnya dia nulis di bbgrup tentang apa yg sedang kualami. Waktu kutegur dia ngeles bilang lho kan nggak secara detil jadi yang baca juga nggak tahu. Ah mulai sekarang aku nggak berani lagi ah curhat2an lagi. Padahal selama ini aku juga berusaha menjadi teman yang baik dan bisa dipercaya tapi rupanya memang sudah sangat sulit cari teman idamanku itu. 


Paling aman aku curhat sama Tuhan aja dalam doa. Karena aku yakin doaku pasti didengar Tuhan dan pasti ada hasilnya. Terima kasih Tuhan....Kaulah sahabat sejatiku, Kaulah perlindunganku dan aku aman bersamaMu. Halleluya !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar