Senin, 02 Mei 2011

PRIA PRIA LEMAH

Aku punya om, dia adik papiku yang paling bungsu. Masa lalunya sangat kelam karena dia suka magic,dukun2, bakar kemenyan,semedi dll pokoknya yang berbau dunia kegelapan. Selain itu dia juga gemar nyeleweng dan sudah terjadi beberapa kali (yang ketahuan). Yang aku heran, dia itu punya karier bagus, istri cantik dan cakap bekerja juga 2 anak yang manis tapi kok ya berlaku yang tidak baik. Waktu itu mereka sedang dipuncak kejayaan, omku sukses demikian juga karier istrinya di bank swasta meraih kursi tertinggi sebagai pemimpin cabang. Sayang, mereka sombong banget, sama saudara yang dipandang nggak punya bersikap menghina dan merendahkan. Aku dapat menilai demikian karena aku sendiri juga mengalami perlakuan mereka terhadap keluargaku yang waktu itu baru saja memulai berumah tangga sehingga masih merintis kesuksesan. Aku ingat waktu itu aku barusan melahirkan anak yang pertama dan aku masih tinggal di rumah kontrakan sederhana di sebuah gang sempit. Mereka datang menengokku dengan setengah hati, mungkin sungkan sama papiku kalau tidak menengokku. Mereka datang bersama anaknya yang cantik dan ke dua baby sister. Setelah masuk rumahku mereka terlihat seperti jijik melihat keadaan rumahku dan membiarkan anaknya tetap memakai sepatunya kedalam kamarku. Lalu yang keterlaluan adalah anaknya dengan bersepatu meloncat ke atas tempat tidurku yang ada bayiku sedang tidur disitu dengan tetap memakai sepatunya. Tanteku membiarkannya saja dan sama sekali tidak merasa sungkan padaku. Waktu itu aku hanya bisa nelangsa dalam hati, dan dengan ramah meminta anak tsb untuk turun karena menurutku yang salah bukan anaknya tapi mamanya yang membiarkannya berlaku seperti itu.
Waktu terus berjalan dan tak lama kemudian usaha suamiku mulai menampakkan kemajuan sehingga kami mampu membeli rumah sendiri dan membangunnya dengan mewah. Sikap merekapun berubah dan sangat ramah. Apalagi mereka mulai mengalami berbagai masalah, baik dalam keuangan, anaknya yang kedua sakit kanker,omku juga nggak kerja lagi dan tanteku juga sdh keluar dari tempatnya bekerja. Rupanya itu belum cukup karena omku ketahuan punya wanita simpanan dan mereka ribut besar hampir bercerai. Puncaknya 2 th lalu omku sakit kanker usus karena tanteku jijik maka digajinya seorang suster untuk merawat menggantikan perban di perutnya. Ternyata omku kemudian selingkuh dengan suster tsb shg kesabaran tanteku habis dan berniat menceraikan. Entah bagaimana mereka batal bercerai. Rupanya itu adalah titik balik dalam kehidupan rumah tangga mereka karena setelah itu mereka dipulihkan melalui camp Wanita Bijak dan Pria Sejati. Hubungan merekapun jadi harmonis malah mereka berdua aktif terlibat dalam pelayanan. Puji Tuhan ! Sungguh luar biasa !

Sejak itu omku sering mengirimi ayat2 ke hpku, suamiku dan adik2ku. Dia juga bersemangat menceritakan pelayanannya, namun sayang...minggu lalu waktu dia ngobrol sama aku di telpon dia mengatakan berbagai hal yang membuatku merasa tidak damai sejahtera. Hal2 yang dia katakan sbb :
1) Dia dulu menyeleweng juga karena salah istrinya yang kurang memperhatikan. Wajar kalau lelaki tidak diperhatikan akibatnya jadi cari wanita lain. Dan kalau suami bersalah istri harus mengampuni dan mendoakan agar rumah tangganya dipulihkan. 
2) Yang bikin aku shock, omku bilang ternyata papiku yang kukira alim nggak suka main cewek dulu juga beberapa kali jajan kalau jengkel sama mamiku. Menurut omku yang salah mamiku karena tidak menghargai suami jadinya cari pelampiasan diluar jadi mamiku harus belajar mengampuni. Lalu setelah tahu aku shock mendengar cerita ini dia menenangkanku dengan bilang ini dulu sudah lama kejadiannya tapi sekarang papi sudah tidak pernah jajan lagi. Astaga...

Alangkah piciknya lelaki2 macam papi dan omku. Dua2nya berzinah tapi menyalahkan istrinya. Persis seperti Adam waktu ketahuan berdosa lalu menyalahkan Hawa yang membuatnya berdosa. Sampai sekarang sih mami kayaknya nggak pernah tahu kalau papi pernah jajan jadi nggak pernah ribut gede sampe mau cerai kayak tanteku waktu itu. Tapi aku bisa melihat sikap mami yang menyepelekan papi dan cuek. Dulu aku sering kasihan pada papi, tapi sekarang setelah mendengar cerita ini aku jadi memahami perasaan mami.Walaupun mami nggak pernah tahupun tapi pastilah sebagai seorang istri dia bisa merasakan, oh kasihan mami...
Kemarin habis selesai cerita malamnya omku sms aku ngingetin aku agar ajak mami ikut Wanita Bijak biar bisa mengampuni papi dan memperlakukan papi dengan baik. Sungguh solusi yang baik buat papi tapi nggak adil buat mami.Dasar pria2 lemah, mau enaknya aja. Mereka yang berbuat dosa tapi orang lain yang harus menderita dan mengalami berbagai pergumulan. Udah gitu masih menyalahkan orang lain yang mengakibatkan dia berdosa, lha wong keputusan sendiri kok orang lain yang disalahin.Tanteku memang wanita yang kuat, dia mau mengampuni omku dan bersikap tegar. Aku jadi membayangkan kalau aku di posisi mami, rasanya aku sudah memilih bercerai dari dulu. Habis papiku kan orang yang tidak bertanggung jawab pada keluarga jadi nggak ada nilai positifnya yang perlu dipertahankan. Udah nggak bekerja, ngabis2in uang mami, padahal mami yang banting tulang menghidupi anak2nya seorang diri, sering bikin masalah, bikin malu keluarga e...ternyata main perempuan juga. Lengkap deh ! Pria lemah !
Tapi dari cerita itu ada hikmahnya juga buatku. Aku jadi semakin cinta sama suamiku, dia setia, nggak pernah nyeleweng, bertanggung jawab sama keluarga dan sangat perhatian. Rasanya bersyukur deh punya pria kuat seperti suamiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar