Selasa, 03 Mei 2011

MISTERIUS TANTI

Tanti berbagi rahasia padaku, tapi ceritanya tidak masuk akal. Dia wanti-wanti agar tidak bilang pada siapapun, tapi kemarin waktu ketemu sama teman jaman SMP dia juga berbagi rahasia tsb padanya tentu saja sambil pesan jangan bilang siapa2. Akupun bertanya padanya siapa saja yang tahu rahasia ini selain aku dan Lili, katanya hanya kami berdua. Mau tahu apa cerita Tanti ?
Kata Tanti dia punya seorang teman namanya Pak Aneh. Pak Aneh ini bukan orang biasa, tapi dia adalah orang penting. Pak Aneh ini memiliki kuasa, uang trilyunan dan relasi kelas dunia macam Obama,dll. Saking hebatnya, dia bisa tahu berbagai hal sebelum itu terjadi seperti tsunami di Aceh dll.  Ya jelas aja dia bilang begitu karena sudah terjadi, coba sebelum gunung Merapi meletus dia sudah kasih pengumuman baru percaya aku. Ceritanya serba fantastis dan tidak masuk akal. Dalam hati aku tertawa geli, kok bisa ya Tanti percaya sama orang itu. Namanya cerita nggak masuk akal pasti suatu saat ketahuan juga letak kebohongannya. Tanti bilang uangnya Pak Aneh ini semua ada di bank bahkan banyak negara asing pinjam uang dia. Kesimpulan : Pak aneh kaya raya super konglomerat. Lalu pak Aneh ini orang penting makanya banyak orang yg berusaha membunuh dia, lalu aku tanya mbok tinggal di singapore aja yang lebih aman atau sewa bodyguard yang banyak kan duitnya banyak, ngapain taku. Alasannya nggak ada orang yg bisa dipercaya dulu dia juga pernah mau diracun sama pengawalnya sendiri. Jadi saat ini dia tinggal sendirian di rumah kontrakan. ( Nah, mulai kerasa kan kejanggalannya) Ceritapun berlanjut,kata Tanti : Bapak itu bisa mengendalikan dunia dari komputer dan hpnya doang. Saddam Hussein kemarin ditangkap itu juga atas perintahnya karena hutang duitnya nggak bayar. Tapi....beberapa waktu kemudian Tanti bilang kasihan bapak nggak ada yg jaga kadang dia nengokin bapak buat kirim makanan dan kadang juga bantu beliin pulsa. Ha.....? akupun langsung nyeletuk: wah kok ironis sekali ya, duitnya luar biasa banyuak dan kenalannya pun sekelas pemimpin dunia tapi buat beli pulsa aja nggak mampu wkwk....Tantipun agak gelagapan ngeles : iya memang saat ini uangnya sedang diblokir di BI nanti kalau sudah cair kan bisa dipake. Tanti agak sewot kalau kelihatan aku meragukan ceritanya dan dengan lihaynya dia berkelit: memang nggak semua orang tak ceritain tentang hal ini karena sangat berbahaya dan kadang orang juga nggak percaya. Akupun dengan hati2 menasehatinya : Tanti kamu simpati sama pak Aneh itu boleh, kamu sebagai sesama manusia menolong dia itu baik tapi hati2 aja nggak usah percaya semua omongannya yang tidak masuk akal itu. Kalau menurutku pak Aneh itu seorang paranormal biasa aja jadi kamu mesti2 hati2 takutnya ntar ketipu. Tapi Tanti malah tersinggung dan marah padaku. Untunglah setelah itu dia sudah tidak cerita apapun mengenai pak Aneh padaku,habis neg deh dengernya. Buang2 waktu aja, hanya orang gila aja yang percaya semua cerita nggak masuk akal itu.
Semakin sering bergaul dengan Tanti aku juga semakin tahu bahwa dia kalau cerita tumpang tindih tapi nggak klop. Suatu kali dia cerita betapa bagusnya hasil franchise rumah makan suaminya di kota lain. Tiap tiga bulan sekali uang hasilnya bisa digunakan untuk beli mobil atau properti. Wow....luar biasa pikirku. Tapi lima menit kemudian dia menawarkan apakah aku tertarik untuk membeli rumah makan tsb. Akupun jadi bingung, lho barusan kamu bilang sangat menghasilkan lho kok mau dijual? Alasan Tanti, iya soalnya suamiku pengen buka lagi yang lebih besar dan bagus jadi yang ini dijual. Banyak hal2 lainnya misalnya dia mau jual tanahnya,kadang mengeluh toko onderdilnya sedang sepi pembeli pusing bayar supplier, tapi lain hari ceritanya lain lagi katanya dia mau buka cabang lagi. Maksudmu apa sih Tanti ? Aku jadi nggak mengerti, tapi feelilng mengatakan ada sesuatu yang Tanti tutup-tutupin. Waktulah yang akan menjawabnya dan untuk sementara ini...biarkan saja Tanti dengan semua ceritanya yang silih berganti. Yang penting aku harus tetap berpikir jernih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar